
Cirebon, 21 Mei 2026 – Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon menyelenggarakan kegiatan Workshop Persiapan Akreditasi Internasional UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Tahun 2026 pada Kamis, 21 Mei 2026 bertempat di Auditorium Lantai 3 LPM UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Kegiatan ini diikuti oleh unsur pimpinan universitas, pimpinan fakultas, ketua dan sekretaris program studi, serta sivitas akademika lainnya.
Workshop menghadirkan narasumber Ija Suntana dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung dengan fokus pembahasan mengenai strategi, tantangan, serta tahapan persiapan menuju akreditasi internasional perguruan tinggi dan program studi.
Dalam sambutannya, Ketua LPM Ria Yulia Gloria menyampaikan bahwa perubahan status IAIN menjadi UIN mendorong penguatan orientasi mutu universitas tidak hanya pada skala nasional, tetapi juga internasional. Menurutnya, perguruan tinggi tidak lagi cukup hanya memenuhi Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-DIKTI), melainkan juga perlu memenuhi standar mutu global sebagai bagian dari penguatan daya saing institusi.

Selain itu, Ketua LPM juga menegaskan bahwa program studi yang belum memperoleh status unggul didorong untuk segera mempersiapkan reakreditasi sebagai langkah awal menuju penguatan mutu berkelanjutan dan akreditasi internasional.
Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa akreditasi internasional merupakan bagian penting dalam mewujudkan visi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai universitas unggul berkelas dunia. Akreditasi internasional dinilai bukan hanya sebagai pengakuan formal, tetapi juga sebagai media strategis untuk meningkatkan kualitas tata kelola, budaya mutu, pengembangan kurikulum, hingga penguatan reputasi perguruan tinggi secara global.
Workshop juga membahas pentingnya penerapan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), penguatan tracer study alumni, implementasi sistem penjaminan mutu internal berbasis PPEPP, serta pembentukan tim task force akreditasi internasional melalui Surat Keputusan Rektor.

Pada sesi diskusi, peserta aktif membahas berbagai isu strategis, mulai dari kesiapan program studi baru, pengelompokan rumpun ilmu untuk akreditasi internasional, penerapan kurikulum OBE, hingga tantangan pengumpulan data dan penyusunan dokumen Self-Evaluation Report (SER).
Selain itu, narasumber juga memperkenalkan salah satu lembaga akreditasi internasional, yaitu ACQUIN (Accreditation, Certification and Quality Assurance Institute) yang berbasis di Jerman dan telah diakui secara internasional maupun nasional melalui regulasi Kemendikbudristek. Dalam penjelasannya, ACQUIN menggunakan standar mutu Eropa (ESG) dengan fokus pada kualitas kurikulum, tata kelola mutu, pembelajaran berpusat pada mahasiswa, hingga pengelolaan informasi akademik.

Kegiatan ini menghasilkan beberapa rekomendasi penting, di antaranya perlunya penguatan komitmen pimpinan dan sivitas akademika, penyiapan dokumen mutu berbasis OBE, penguatan budaya mutu, serta pembentukan roadmap akreditasi internasional di lingkungan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Melalui workshop ini, LPM UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menegaskan komitmennya untuk terus mendorong transformasi mutu pendidikan tinggi yang adaptif, berkelanjutan, dan berdaya saing global sebagai bagian dari upaya mewujudkan universitas unggul berkelas dunia.