LPM UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Lanjutkan Visitasi AMI 2026 pada Minggu Kedua

Cirebon, 28 September 2026 – UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon melanjutkan rangkaian Audit Mutu Internal (AMI) Tahun 2026 memasuki minggu kedua. Kegiatan visitasi mempertemukan auditor dan auditee dari berbagai program studi serta unit kerja untuk melakukan verifikasi pelaksanaan standar mutu, penelaahan evidence, identifikasi temuan, dan perumusan rekomendasi perbaikan sebagai bagian dari penguatan budaya mutu melalui siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan).

Pelaksanaan AMI didukung Sistem Informasi Audit Mutu Internal (SiAMI) yang digunakan untuk mengelola instrumen audit, pengunggahan dan pemeriksaan dokumen, pencatatan hasil audit, hingga tindak lanjut atas temuan. Pada Senin, 28 September 2026, visitasi dilaksanakan secara serentak pada sejumlah program studi dan unit kerja dengan menggunakan instrumen mutu yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing auditee.

Pada S1 Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), audit menggunakan instrumen LAMDIK S1 dengan auditor H. Toheri, S.Si., M.Pd. dan Mutakhirani Mustafa, M.Hum. di ruang Jurusan S1 Tadris IPS. Visitasi juga berlangsung pada S1 Tadris Biologi menggunakan instrumen LAMDIK S1 dengan auditor Hj. Ery Khaeriyah, S.Ag., MA dan Ludfi Anjayani, S.E. di ruang Jurusan S1 Tadris Biologi. Sementara itu, S1 PJJ PGMI menggunakan instrumen LAMDIK S1 PJJ dengan auditor Abdul Ghoni, M.A. dan Zainul Alim, M.A. di ruang rapat UPT PJJ.

Pada S1 Hukum Tata Negara, audit menggunakan instrumen BAN-PT dengan auditor Mariyah Ulfah, M.E.Sy. dan Varidlo Fuad, M.Pd. di ruang Jurusan S1 Hukum Tata Negara. Ketua Program Studi Hukum Tatanegara Islam, Mohammad Rana, M.H.I. , menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan AMI yang dinilainya menjadi momentum untuk mengevaluasi keterlaksanaan standar mutu sekaligus memperkuat budaya mutu melalui PPEPP. Menurutnya, audit tidak hanya menjadi proses pemeriksaan dokumen, tetapi juga ruang dialog dan pembelajaran untuk mengetahui capaian, menemukan peluang perbaikan, serta menyusun strategi peningkatan kualitas program studi. Masukan dan rekomendasi auditor selanjutnya akan menjadi dasar tindak lanjut dalam meningkatkan layanan akademik, penguatan tridarma perguruan tinggi, dan tata kelola program studi.

Visitasi berikutnya dilaksanakan pada S1 Ekonomi Syari’ah dengan instrumen LAMEMBA, auditor Bambang Ekanara, M.Pd. dan Muhammad Ikhsan Ghofur, MA, bertempat di ruang rapat FEBI. Pada S1 Bahasa dan Sastra Arab (BSA), audit menggunakan instrumen BAN-PT dengan auditor Khomarudin, M.Pd. dan Veni Nurpadillah, M.Pd. di ruang Jurusan S1 Bahasa dan Sastra Arab. Tim auditor BSA menilai AMI perlu dilaksanakan secara berkala karena instrumennya berkaitan dengan instrumen akreditasi. Dengan demikian, persiapan AMI sekaligus menjadi bagian dari kesiapan program studi menghadapi akreditasi. Dalam visitasi tersebut, BSA telah menyiapkan dan mengunggah dokumen yang dibutuhkan melalui SiAMI, meskipun masih terdapat beberapa dokumen yang perlu dilengkapi dan dapat disempurnakan selama proses visitasi. Ketua Program Studi BSA, Erfan Gazali, menegaskan bahwa AMI menjadi alat ukur dan acuan bagi jurusan untuk melihat kesiapan serta kelengkapan dokumen dalam memantaskan diri sebagai program studi yang unggul.

Audit juga dilakukan pada S1 Sosiologi Agama menggunakan instrumen BAN-PT dengan auditor M. Syaoqi Nahwandi, M.H. dan Abdul Ghoni, M.A. di ruang Jurusan S1 Sosiologi Agama. Sementara itu, Pascasarjana menggunakan instrumen LAMSPAK dengan auditor Prof. Dr. Hj. Ria Yulia Gloria, M.Pd. dan Anwar Nuris, S.Sos.I., M.Si. di ruang rapat Pascasarjana.

Pada tingkat unit kerja, visitasi dilaksanakan pada UPT Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) menggunakan Instrumen Standar ISO dengan auditor Dr. Hasyim, S.E., M.Ak. dan Wulandari, MA.Hum. di ruang rapat UPT PJJ. Audit dengan instrumen Standar ISO juga berlangsung pada Pusat Lembaga Penjamin Halal, dengan auditor Dr. Hasyim, S.E., M.Ak. dan Kamalul Iman Billah, M.Ak. di ruang rapat Pusat Lembaga Penjamin Halal. Penggunaan instrumen berbasis standar ISO pada unit kerja tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan keterlaksanaan standar dan tata kelola mutu pada tingkat kelembagaan.

Sementara itu, S1 Tasawuf dan Psikoterapi melaksanakan audit menggunakan instrumen BAN-PT dengan auditor Mujib Ubaidillah, M.Pd. dan Muthoharoh, M.Pd.I. di ruang Jurusan S1 Tasawuf dan Psikoterapi. Ketua Jurusan Tasawuf dan Psikoterapi, Dr. Debi Fajrin Habibi, menegaskan bahwa AMI merupakan bagian dari proses perbaikan berkelanjutan. Hasil penelaahan auditor akan menjadi bahan bagi jurusan untuk memperkuat tata kelola, melengkapi dokumentasi, serta meningkatkan mutu layanan akademik.

Rangkaian visitasi tersebut menghasilkan proses verifikasi terhadap keterlaksanaan standar dan ketersediaan evidence pada masing-masing auditee. Selain mengidentifikasi dokumen yang telah tersedia, audit juga memberikan ruang bagi auditee untuk melengkapi dan menyempurnakan evidence yang masih diperlukan. Masukan auditor menjadi bahan penting dalam penyusunan tindak lanjut dan peningkatan mutu pada program studi maupun unit kerja.

Pelaksanaan AMI 2026 pada minggu kedua ini sekaligus memberikan dukungan pada sasaran program meningkatnya kualitas standar dan sistem penjaminan mutu, serta dukungan pada sasaran program 2a.3, yaitu dukungan infrastruktur, keuangan, dan dokumen untuk akreditasi. Melalui proses audit yang sistematis dan terdokumentasi, hasil AMI diharapkan dapat memperkuat kesiapan program studi dan unit kerja dalam memenuhi standar mutu serta menghadapi proses akreditasi.

LPM UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus mendorong agar hasil visitasi tidak berhenti pada proses pemeriksaan, tetapi ditindaklanjuti melalui perbaikan yang terukur. Dengan demikian, AMI menjadi bagian dari siklus PPEPP yang berkelanjutan untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan kualitas layanan akademik, dan membangun budaya mutu di lingkungan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.