LPM UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Berpartisipasi dalam Temu Nasional Lembaga Penjaminan Mutu PTKI 2026

Tanjungpinang, 16 Oktober 2026 — Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berpartisipasi dalam Temu Nasional Lembaga Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Ke-2 Tahun 2026 yang diselenggarakan pada 14–16 Oktober 2026 di CK Tanjungpinang Hotel & Convention Centre, Kepulauan Riau. Dalam kegiatan ini, LPM UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon mengirimkan delegasi yang terdiri atas Kepala Pusat Audit dan Pengendalian Mutu pada LPM, Ilham Bustomi, dan staf LPM, Ahmad Khoiruddin.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh LPM STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau ini mengusung tema “PILAR UNGGUL 2026: Decoding the New Quality Era — Strategi LPM Menghadapi Regulasi Baru, Instrumen Akreditasi LAMGAMA, dan Akselerasi Institusi Unggul.” Pertemuan tersebut menjadi forum nasional bagi lembaga penjaminan mutu PTKI untuk menyamakan pemahaman, memperkuat strategi, serta merumuskan langkah pengembangan mutu perguruan tinggi dalam menghadapi dinamika regulasi dan instrumen akreditasi.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan sesi kebijakan mutu PTKI 2026 yang membahas arah serta substansi Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 dan Nomor 10 Tahun 2026, termasuk implikasinya terhadap Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), peran LPM, dan tata kelola mutu perguruan tinggi. Agenda berikutnya membahas kebijakan dan instrumen akreditasi LAMGAMA, strategi menuju dan mempertahankan predikat unggul dalam Akreditasi Perguruan Tinggi (APT), serta penguatan budaya mutu dalam konteks kemelayuan.

Salah satu agenda utama dalam pertemuan ini adalah kerja komisi penyusunan Buku Pilar Unggul, yang menjadi ruang kolaborasi peserta untuk menyusun dokumen strategis sesuai kebutuhan masing-masing perguruan tinggi. Pembahasan mencakup tujuh pilar, yaitu tata kelola dan kepemimpinan unggul; keunggulan akademik; keunggulan riset, pengabdian kepada masyarakat, dan inovasi; sumber daya manusia unggul; mahasiswa dan alumni unggul; internasionalisasi; serta budaya mutu berkelanjutan. Selain itu, peserta membahas peta jalan Pilar Unggul, kriteria penilaian APT, indikator kinerja, dan indikator predikat unggul.

Keikutsertaan delegasi LPM UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam forum ini menjadi kesempatan untuk memperoleh wawasan dan memperkuat pemahaman mengenai perkembangan kebijakan penjaminan mutu serta strategi peningkatan akreditasi perguruan tinggi. Berbagai materi dan hasil diskusi diharapkan dapat menjadi bahan pengayaan bagi pengembangan sistem penjaminan mutu di lingkungan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, dengan tetap menyesuaikan implementasinya pada kebutuhan, karakteristik, dan kebijakan institusi.

Pada hari terakhir, kegiatan dilanjutkan dengan diseminasi Buku Pilar Mutu sebagai bagian dari penyampaian hasil pembahasan selama pertemuan nasional. Dokumen tersebut ditargetkan dapat menjadi acuan bagi PTKIN dan PTKIS dalam merumuskan strategi penguatan mutu, mengembangkan tata kelola yang lebih efektif, serta mempercepat pencapaian institusi unggul.

Melalui partisipasi dalam Temu Nasional LPM PTKI 2026, LPM UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat budaya mutu, meningkatkan efektivitas pelaksanaan SPMI, dan mendukung pencapaian visi universitas sebagai “Universitas Islam Siber yang Unggul dan Berkelas Dunia.” Hasil kegiatan diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui pengembangan program dan strategi penjaminan mutu yang berkelanjutan, selaras dengan kebijakan nasional serta arah pengembangan institusi.