
CIREBON, 12 Juni 2026 – Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon bergerak cepat dalam melakukan transformasi mutu akademik kelembagaan. Langkah konkret ini ditunjukkan melalui kesuksesan penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Instrumen Audit Mutu Internal (AMI) Tahun 2026 yang berlangsung selama tiga hari, Selasa hingga Kamis, 9–11 Juni 2026, bertempat di Grand Tryas Hotel, Kota Cirebon.
Agenda strategis ini diikuti oleh 24 peserta intensif yang terdiri dari jajaran Wakil Rektor Bidang Akademik, Ketua LPM, Sekretaris LPM, Kepala Pusat di lingkungan LPM, serta para tim pengembang dan auditor Sistem Manajemen Organisasi Pendidikan (SMOP). Kerja keras lintas unit ini membuahkan hasil luar biasa yang melampaui ekspektasi awal, dengan keberhasilan penyusunan dokumen mutu krusial dan pembaharuan pada ekosistem aplikasi penjaminan mutu digital universitas.

Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. H. Ayus Ahmad Yusuf, S.E., M.Si., dalam sambutan pembukaannya menekankan pentingnya pembaharuan perangkat penjaminan mutu dalam mendukung ketercapaian target Perjanjian Kinerja (PERKIN) dan Indikator Kinerja Utama (IKU) Rektor. Menurutnya, dalam cetak biru Rencana Strategis (Renstra) universitas, seluruh aspek lembaga, unit, dan fakultas wajib berkolaborasi erat melahirkan nilai tambah (value creation).

“Untuk menjadi kampus yang unggul dan berkelas dunia, kita harus patuh pada rujukan regulasi yang jelas, pemenuhan infrastruktur, serta integrasi standar lingkungan global seperti UI Green Metric, Halal Metric, dan World University Ranking. Perguruan tinggi yang kreatif adalah yang mampu menciptakan nilai tambah secara berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Dr. H. Ayus Ahmad Yusuf.
Ia juga memaparkan bahwa saat ini UIN Siber Syekh Nurjati terus berbenah secara revolusioner. Salah satu indikator keberhasilan transformasi digital ini adalah melonjaknya animo masyarakat, di mana terjadi peningkatan jumlah pendaftar mahasiswa baru sebesar 35%, baik pada kelas reguler maupun kelas Pendidikan Jarak Jauh (PJJ). Di samping itu, universitas juga tengah melakukan pengkajian prodi baru berbasis keunggulan SDM, akselerasi akreditasi prodi menuju predikat ‘Unggul’, serta persiapan tata kelola seiring pengembangan Fakultas Saintek dan optimalisasi pemanfaatan lahan konservasi dari Kementerian Kehutanan.
Senada dengan hal tersebut, Ketua LPM UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. Hj. Ria Yulia Gloria, M.Pd., menjelaskan bahwa pengembangan instrumen AMI 2026 ini merupakan tindak lanjut dari workshop ISO 21001:2025 yang telah dilakukan sebelumnya. Penggunaan instrumen mutakhir ini mengunci standar internasional guna mendongkrak kepuasan pengguna layanan akademik secara akurat.

“Instrumen baru yang kita susun wajib mengintegrasikan indikator dari ISO 21001:2025, Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM), dan target Sustainable Development Goals (SDGs). Dari 17 indikator SDGs, kita menetapkan tiga indikator wajib utama, yaitu pengentasan kemiskinan (Indikator 1), peningkatan pendidikan berkualitas (Indikator 4), dan peningkatan kerja sama global (Indikator 17). Pembaruan instrumen ini langsung kita suntikkan ke dalam sistem aplikasi digital Si-AMI agar selaras dengan kebutuhan akreditasi internasional,” tegas Prof. Ria Yulia Gloria dalam paparan materinya.
Capaian Nyata Hasil Kedeputian FGD AMI 2026: Selama kegiatan yang dipandu oleh moderator Hj. Ery Khaeriyah, S.Ag., M.A. dan dikoordinasikan oleh Sekretaris LPM H. Toheri, S.Si., M.Pd., para peserta berhasil merampungkan draf dokumen strategis yang dikelompokkan secara spesifik. Berikut adalah poin-poin capaian utamanya:
- Draf Instrumen Komprehensif & Adaptif: Berhasil menyusun instrumen pengawasan tata kelola yang adaptif terhadap kriteria BAN-PT serta ragam Lembaga Akreditasi Mandiri, seperti LAMDIK (termasuk kelas PJJ Sarjana dan Magister), LAMEMBA, LAMSAMA, dan SPAK.
- Digitalisasi Sistem Penjaminan Mutu: Pembaruan penuh fitur, konten, dan algoritma pada aplikasi ekosistem digital internal (Si-AMI), yang ditargetkan selesai dan siap pakai 100% sebelum pelaksanaan Audit Mutu Internal Periode 2026 dimulai.
- Penyusunan Dokumen Mutu Baru: Penyelesaian dokumen kerja vital meliputi Pedoman SMOP, Peta Proses Bisnis, Dokumen Rekomendasi Pengembangan Mutu, Pedoman Muadalah, hingga Pedoman Dewan Etik Perguruan Tinggi.

Pada sidang pleno review hari ketiga, Sekretaris LPM H. Toheri, S.Si., M.Pd. menyampaikan rasa optimisnya mengingat progres pengerjaan draf kelompok yang berjalan sangat cepat dan melampaui target waktu yang disediakan. Walau beberapa aspek seperti kelanjutan draf Renstra, instrumen LAMINFOKOM, dan penyempurnaan Pedoman SMOP masih memerlukan koordinasi lanjutan, seluruh dokumen utama dipastikan rampung dalam waktu dekat.
Melalui pelaksanaan FGD ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon meletakkan landasan hukum dan instrumen operasional yang kokoh untuk pelaksanaan Audit Mutu Internal (AMI) Tahun 2026. Penjaminan mutu berbasis standar internasional ini diharapkan mampu menjadi pilar utama universitas dalam meningkatkan daya saing, akreditasi, dan marwah akademik di kancah nasional maupun dunia internasional.